Showing posts with label Ular. Show all posts
Showing posts with label Ular. Show all posts

Tips memilih ular

Diposkan oleh Unknown on Wednesday, 17 September 2014



Oke gan, pada hari saya akan membahas tentang tips memlih atau membeli ular yang baik dan benar.
sebelum kalian berniat untuk membeli ular lebih baik kalian ijin terlebih dahulu sama keluarga kalian supaya tidak ada yang merasa terganggu dengan kehadiran ular yang akan di beli :)
Apabila anda masih pemula dalam memelihara ular, saya sarankan supaya anda membeli ular jenis python
( Ball Python, Retic, dan lain-lain ) tetapi saya lebih menyarankan untuk membeli ular Ball Python untuk ular pertama anda, oke langsung aja kita simak tips memilih ular :

1. Tanya kepada penjual, ular ini mogok makan atau tidak, kalo mogok makan sebaiknya jangan dibeli, karena untuk mengembalikan nafsu makan ular sangat susah untuk pemula, ular memang bisa bertahan selama setengah tahun tanpa makan, tapi apakah anda tega melihat ular kesayangan anda tidak makan selama berbulan-bulan, untuk mengatasinya silahkan tanya kepada penjual apakah ular tersebut bisa tes makan ditempat , hal ini untuk membuktikan bahwa ular tersebut tidak mogok makan.
baca juga : Penyebab ular tidak mau makan

2. Tanya kepada penjual, ular ini WC ( Wild Caught ) atau CB ( Captive Breed ), apabila ular tersebut WC lebih baik jangan di beli, karena untuk menjinakan ular tidak semudah yang kita bayangkan, ingat hewan yang beli adalah karnivora bukan herbivora, tapi apabila ular tersebut CB silahkan dibeli, karena ular CB adalah hasil ternakan yang kemungkinan besar sudah jinak dan terbiasa oleh tangan manusia.

3. Periksa bagian mulut nya, apabila anda takut untuk membuka mulut nya, minta tolong kepada penjual untuk membuka mulut nya dan lihat apakah ular tersebut sariawan atau tidak, sariawan pada ular itu sama seperti manusia dibagian mulut seperti ada luka, apabila ular tersebut sariawan jangan dibeli karena sariawan dapat menyebabkan ular tidak mau makan sebelum sariawan itu sembuh total.

4. pegang dan lihat seluruh tubuh ular, apakah ada benjolan, nanah , kutu dan fisik ular yang cacat seperti ekor keriting lebih baik jangan di beli.

5. Letakkan ular ke tempat yang lebih datar atau permukaan, apabila ada yang aneh saat ular tersebut berjalan berarti ada yang aneh.

6. Mulut ular harus selalu tertutup rapat dan hanya tempat keluarnya lidah yang terbuka sedikit, dan lidah tampak bersih dari penyakit.

7. Terakhir adalah ihat kandang ular tersebut, apakah bersih dan terjaga karena apabila kandang kotor dan tidak terjaga ular bisa terserang penyakit.

Oke sekian tips dari saya, apabila ada yang mau menambahkan dan ingin bertanya, silahkan melalui kolom komentar :)
Terima kasih, salam Reptil Lovers :)
More aboutTips memilih ular

Ular Ball Python

Diposkan oleh Unknown on Sunday, 14 September 2014



Bagi kalian pecinta reptil pasti sudah tidak asing lagi dengan ular Ball Python..
Ball python adalah ular yang tidak berbisa dan sangat jinak,maka dari itu ular Ball Python sangat banyak dipelihara oleh pencinta reptil di dunia.
Dan bagi kalian yang ingin pelihara ular Ball Python, ada baiknya untuk memahami tentang ular Ball Python itu sendiri, pada postingan kali ini saya akan menjelaskan beberapa hal tentang ular Ball Python :)

1. Ball Python tidak terlalu besar.

Ball Python dewasa berukuran antara 130 - 180cm, apabila di alam liar umumnya ular Ball Python hanya berukuran sekitar 140cm saja dan sangatlah jarang menemukan ular Ball Python di alam liar dengan ukuran di atas 140cm, sebagai hewan peliharaan manusia Ball Python mengalami pertumbuhan sekitar 35cm tiap tahunnya di awal tahun pertama, setelah 3 tahun pertumbuhan menurun bahkan berhenti.

2. Ball Python mempunyai umur yang relatif lama.

Umur Ball Python itu relatif lama, mereka bisa berumur sekitar 20 tahun, dan jika dirawat dengan baik maka mereka bisa berumur 30 tahun, dan sudah ada yang mengklaim kalo mempunyai ular Ball Python yang berumur 35 tahun, soal benar atau salah mari kita buktikan sendiri dengan cara merawat mereka dengan sebaik mungkin, maka bersiaplah ditemani ular Ball Python dengan waktu yang lama.

3. Kandang untuk Ball Python.

Kandang untuk Ball Python tidaklah terlalu rumit, kotak kontainer dengan lubang ventilasi sudah cukup nyaman untuk Ball Python, tetapi harus di sesuaikan ukuran Ball Python dengan ukuran kontainer, volume 40 galon ( 97x46x40cm ) adalah ukuran yang ideal untuk Ball Python ukuran dewasa, dan untuk ukuran baby bisa memakai setengah dari ukuran kontainer Ball Python dewasa, tetapi jangan lupa untuk mengecek tutup kandang, karena Ball python senang untuk mencari celah dan berusaha untuk KABUR !!

4. Sediakan Hiding Box.

Selalu sediakan Hiding Box terlebih lagi Ball Python nya masih kecil, hal ini dilakukan agar Ball Python merasa aman dan terlindungi karena Ball Python mempunya sifat yang pemalu sehingga Ball Python tidak mudah stres, apabila Ball Python tidak stress maka nafsu makannya akan tetap lancar.

5. Substrat / Alas.

Substrat yang bagus untuk Ball Python adalah koran, Hal ini dikarenakan koran sangat praktis dan terlihat bersih, apabila Ball Python sudah dewasa idealnya bisa menggunakan cypress bark karena sangat menyerap terhadap cairan dan menjaga kelembaban kandang, Substrat yang harus dihindari untuk Ball Python adalah cedar ( karena getahnya mengandung racun ), pine dan aspen ( karena dapat mengganggu pernapasan Ball Python.

6. Perhatikan Temperatur Kandang.

Suhu ideal untuk Ball Python adalah, Siang hari sekitar 27-32 derajat celcius, malam hari 22-28 celcius, tidak ada salahnya untuk menyediakan termometer di dalam kandang Ball Python karena akan dapat memudahkan kita untuk memantau suhu di dalam kandang.

7. Pencahayaan

Seperti Reptil lainnya Ball Python juga membutuhkan sinar UVB, untuk memenuhi kebutuhan sinar UVB kita bisa menyediakan lampu bohlam UVB, tapi kita juga bisa menjemur Ball Python sekitar pukul 07-10 pagi, 15 menit dirasa sudah cukup lama untuk menjemur Ball Python, matahari merupakan sinar UVB yang paling bagus, tapi jangan lupa untuk mengawasi Ball Python selama menjemur, karena kalo terlalu lama Ball Python bisa mati, saat dijemur Ball Python sudah terlihat gelisah segera saja diteduhkan.

8. Kelembaban kandang

Ball Python juga memerlukan kelembaban, beli Hygrometer untuk melihat atau memantau kelembaban kandang Ball Python dengan, dan untuk mengakalinya bisa menyediakan tempat minum yang besar untuk menjaga kelembaban kandang.

9. Menu Makan Ball Python

Menu makan Ball Python adalah tikus putih, untuk ukuran tikus putih bisa di sesuaikan dengan ukuran Ball Python itu sendiri, apabila Ball Python masih kecil bisa kita berikan ukuran tikus putih yang kecil ( mencit ) dan berikan tikus putih ukuran besar apabila Ball Python sudah dewasa, kalo bisa diajarkan untuk memakan tikus yang mati supaya tidak terjadi perlawanan dan untuk menghindari luka dari gigitan tikus tersebut.

10. Jadwal Makan

Usahakan untuk memberi makan dengan waktu yang sama misalnya 1 minggu sekali, 3 hari sekali, 5 hari sekali hal ini agar nafsu makan Ball Python tetap terjaga,dalam memberi porsi makan untuk Ball Python usahakan 75% dari kemampuan maksimal dia makan, contoh : Ball Python ukuran dewasa bisa makan sekitar 4 tikus putih ukuran kecil, cukup diberi makan 3 tikus putih kecil saja, hal ini untuk menjaga nafsu makan Ball Python, sehingga tidak ada yang namanya mogok makan !!

11. Air

Seperti hewan lainnya, Ball Python juga membutuhkan air, karena selain untuk minum, air juga berguna untuk berendam disaat suhu sedang panas dan juga untuk menjaga kelembaban kandang, jadi usahakan untuk menyediakan wadah tempat minum yang cukup besar untuk tempat berendam, dan ingat untuk sediakan air minum hari dan selalu ganti air minumnya tiap hari.

Oke, sekian dulu info dari saya, semoga info ini bisa bermanfaat untuk semua, apabila ada yang kurang atau ingin ditambahkan silahkan melalui komentar, Terima Kasih :)






More aboutUlar Ball Python

Jenis penyakit pada ular

Diposkan oleh Unknown on Wednesday, 27 August 2014

halo gan apa kabar ?
semoga baik baik aja ya :)

pada hari ini saya akan membahas tentang jenis-jenis penyakit pada ular diantaranya yaitu :


1. Bisul bernanah / Abscesses.

Pada umumnya bisul bernanah disebabkan oleh luka yang terinfeksi oleh kuman sewaktu proses penyembuhan. Bisul ini berbentuk seperti gumpalan yang menonjol dari bawah kulit yang bisa juga memanjang sampai keorgan dalam ular. Biasanya agak sukar dibedakan bisul bernanah ini dengan tumor, atau telur atau sembelit pada ular dan hanya dokter hewan yang berpengalaman yang boleh menangani kasus bisul bernanah ini karena mereka bisa memberikan diagnosa yang tepat apalagi bila melibatkan organ bagian dalam dari ular. Perawatan yang diperlukan untuk bisul bernanah ini termasuk dalam kegiatan membedah bisul dan kemudian mengeluarkan nanah seluruhnya dilanjutkan dengan pembersihan dan penutupan bekas luka sambil memberikan perawatan antibiotik.

2. Melepuh / Blister.

Biasanya hanya diderita oleh ular peliharaan. Ini adalah penyakit yang bisa dihindari melalui perawatan lingkungan yang tepat. Apabila ular dipelihara dengan alas yang kotor, berjamur atau terlalu basah/ lembab, maka luka melepuh yang berisi air bisa terjadi di bagian bawah badan ular. Luka lepuh ini berbeda dengan luka melepuh akibat panas dan harus diperhatikan secara seksama dulu sebelum perawatan. Awalnya hanya akan muncul satu atau dua luka lepuh tapi apabila diabaikan bisa bertambah dan bisa juga mengancam keselamatan ular itu apabila menyebar ke mulut, hidung dan lubang anus ular. Perawatan yang paling tepat adalah pencegahan. Jagalah agar alas selalu bersih dan kering, segera bersihkan apabila terlihat ada kotoran atau air kencing dan gantilah alas secara teratur. Luka lepuh yang jumlahnya masih sedikit, bisa diobati sendiri di rumah. Sterilkan sebatang jarum yang tajam dan secara perlahan pecahkan luka lepuh itu lalu gunakan kapas atau perban yang bersih untuk menyerap sebanyak mungkin cairan yang ada di dalam luka lepuhan itu. Dilanjutkan pengobatan untuk lukanya, dua kali sehari dioleskan betadine atau hydrogen peroxide dan bubuhkan juga antibiotik. Apabila kiranya luka lepuh ini cukup banyak atau berlanjut ke bagian bagian tertentu dari ular, lebih baik segera dibawa ke dokter hewan yang berpengalaman.

3.Luka bakar / burns.

Luka bakar pada reptil biasanya muncul sewaktu reptil mencari tempat yang hangat , sayangnya tempat itu terlalu panas atau si ular berdiam disana terlalu lama. Didalam kandang, sewajarnya tidak ada sumber panas , karena yang digunakan adalah panasnya bukan sumber panasnya.Hot rocks biasanya dijual kepada pemelihara reptil pemula sebagai penghangat untuk reptil, tapi hot rocks memiliki reputasi yang buruk karena bisa mengakibatkan luka bakar. Ular yang lepas seringkali mencari tempat yang hangat untuk bersembunyi, misalnya di dekat mesin heater, yang kemudian bisa mengakibatkan luka bakar. Ciri2 luka bakar pada ular adalah sisik yang berwarna coklat, hitam atau abu abu dan di luka bakar yang lebih serius, akan melepuh. Luka bakar ringan harus dibersihkan setiap hari dengan hydrogen peroxide atau Betadine yang sudah dicairkan lalu diolesin krim untuk luka bakar yang mengandung antibiotik, sedangkan luka bakar yang serius, harus ditangani oleh dokter hewan yang berpengalaman yang bisa memutuskan apa yang harus dilakukan pada kerusakan jaringan kulit dan dehidrasi pada ular

SEMBELIT / CONSTIPATIONPencernaan ular tergantung pada ukuran dan metabolismenya, bisa lebih lama, bisa juga lebih cepat, tapi apabila jadwal yang seharusnya sudah terlewati dan ular terlihat bengkak, lesu dan kurang nafsu makan itu mungkin disebabkan oleh sembelit. Pengobatan sederhana memerlukan perendaman di air hangat selama 15 menit /hari yang biasanya bisa sangat membantu mempercepat pengeluaran apalagi bila dibantu dengan pijatan ringan ke arah bawah selama perendaman. Apabila tindakan ini tidak membantu dan bagian perut ular semakin membengkak, lebih baik segera menemui dokter hewan yang berpengalaman , karena terkadang, kotoran bisa berbentuk sangat keras dan tidak bisa dikeluarkan atau ular memakan sesuatu yang tidak bisa dikeluarkan secara normal sehingga diperlukan tindakan operasi untuk mencegah kematian.

4. Luka gores & gesekan / Cuts and abrasions

Apapun bentuk lukanya, harus ditangani seperti kita menangani luka pada manusia dimana luka harus dalam keadaan selalu bersih, di obati dengan antibiotik setiap hari sampai sembuh. Membalut luka dengan perban pada ular adalah hal yang hampir tidak mungkin, jadi sebagai penggantinya bisa dipakai band aid yang tahan air. Tapi apabila luka terjadi pada bagian kepala, lebih baik ular diamankan di ruangan perawatan.Luka gesekan biasanya terjadi sewaktu ular terus menerus menggesekkan mukanya ke bagian kandang berusaha untuk keluar, jadi cara pencegahan adalah menutup bagian kandang atau merubah struktur kandang. Luka gigitan dari binatang lain atau ular lain bisa dicegah dengan memisahkan binatang , mangsa mamalia seharusnya dibuat setengah sadar atau mati sewaktu diberikan kepada ular untuk mencegah tindakan bela diri dari si mangsa yang bisa mengakibatkan luka pada pemangsanya.

5. Inclusion Body Disease (IBD)

IBD adalah salah satu penyakit paling berbahaya yang ditemui di ular peliharaan. Biasanya dijumpai di jenis boa dan python terutama pada jenis molurus dan boa constrictors. Tanda tanda berbeda pada tiap jenis tapi biasanya melibatkan gangguan saraf , tumor dan penyakit lainnya. Tanda khas dari gangguan saraf pada ular adalah keadaan dimana ular tidak bisa mendirikan badannya, selalu tergolek ke arah belakang, melihat ke atas (star gazing), tidak merespon gerakan , besar pupil mata yang tidak seimbang, muntah muntah dan kelumpuhan. Apabila anda mencurigai ular anda menderita IBD, segeralah isolasikan pada tempat yang terpisah dan segera mencari bantuan dari dokter hewan yang berpengalaman. Sampai sekarang ini, belum ada pengobatan yang bisa mengobati IBD, dan biasanya tindakan euthanasia selalu dianjurkan. Tindakan pencegahan untuk IBD adalah selalu melakukan tindakan karantina terhadap ular yang baru selama 90 – 180 hari sebelum menggabungkan dengan ular lain dan pembersihan kandang ular dari kutu yang diduga juga menjadi penyebar IBD harus selalu dilakukan , dan jangan menggunakan kandang yang pernah dipakai ular yang menderita IBD untuk ular lain sebelum diadakan pembersihan total dengan cairan pemutih /bleaching.

6.Parasit / parasites

Ular ular tangkapan liar biasanya menderita parasite, tapi bisa juga diakibatkan oleh mangsa atau tertular dari ular lain. Penyakit yang disebabkan oleh parasite biasanya agak susah untuk dideteksi, gejala gejalanya biasanya muntah , kurang nafsu makan, berat badan yang menurun dan penampilan sakit dari ular. Kotoran ular yang dibawa ke laboratorium untuk diperiksa bisa untuk mendiagnosa adanya parasit pada ular, yang kemudian bisa dijadikan acuan pengobatan. Tanpa adanya diagnosa dari dokter hewan yang berpengalaman, pemakaian obat cacing sangat tidak dianjurkan.

7.Kutu dan Caplak / Mites & ticks

Kutu pada ular biasanya berbentuk hewan kecil seperti titik yang berkeliaran di kulit ular. Warnanya bisa merah, hitam atau putih sementara caplak berbentuk lebih besar yang tergantung pada bagian tertentu pada ular atau ada di bawah sisik ular. Metode teraman untuk menyingkirkan caplak ini dengan mengoleskan petroleum jelly pada caplak untuk memaksa caplak ini melepaskan gigitannya pada ular. Mencabut caplak pada ular dengan menggunakan pinset juga harus dipastikan kepala caplak itu ikut tercabut karena apabila kepala caplak itu tertinggal di kulit ular, bisa mengakibatkan infeksi yang kemudian bisa mengakibatkan abses atau luka bernanah . apabila ini terjadi, segeralah menemui dokter hewan yang berpengalaman.Penanganan kutu yang paling aman adalah merendam ular itu dengan air hangat, selama beberapa jam, sampai terlihat kutu kutu yang terlepas dari kulit dan tenggelam di dalam air, dan selama kegiatan ini dilakukan, jangan lupa juga membersihkan kandang ular itu untuk mencegah adanya serangan lanjutan dan segera ganti tempat2 atau alat2 yang dicurigai menjadi sarang kutu. Pembersihan sebaiknya dilakukan menggunakan cairan pemutih/bleaching lalu di jemur di panas matahari selama mungkin.

8.Muntah / Regurgitation.

Penyebab muntahnya ular biasanya disebabkan oleh stress , penanganan yang terlalu cepat sehabis makan , lingkungan yang tidak layak atau penyakit yang belum terdiagnosa. Setelah makan, tunggu selama minimal 2 hari sebelum menangani ular, biarkan juga ular mempunyai tempat hangat yang bisa membantunya mencerna makanannya. Kalau sempat perhatikan juga kalau alaminya ular mencari tempat hangat dan bersembunyi setelah makan. Suhu yang terlalu dingin juga bisa menyebabkan ular memuntahkan makanannya , yakinkan kalau makanan dalam keadaan tidak tercemar dan dalam ukuran yang seharusnya. Apabila ular muntah lebih dari satu kali maka penyebabnya bukan lagi stress atau lingkungan yang tidak memadai melainkan gejala penyakit. Segeralah bawa ke dokter hewan yang berpengalaman. Ular muntah tidak boleh dianggap remeh karena muntah bisa menyebabkan akibat psikologis pada ular yang mengakibatkan ular menghindari jenis makanan tertentu.

9. Penyakit pernafasan / Respiratory Illness

Banyak penyakit pernafasan bisa ditangani dan dicegah dengan pemeliharaan yang terjaga baik lingkungan atau keadaan. Tempat yang bersih, bebas stress dengan suhu yang hangat bisa membuat ular hidup senang dan sehat . gejala penyakit pernafasan antara lain batuk, bersin, bernafas dengan mulut terbuka, keluar cairan dari hidung/mulut, nafas yang berbunyi dan lesu . Apabila gejala gejala diatas mulai nampak, segera tingkatkan suhu kandang sampai 30 derajat celcius untuk merangsang daya tahan ular lalu pisahkan dari ular ular lain, baik kandang atau ruangan lain karena penyakit pernafasan ini bisa menular dari udara. Apabila keadaan semakin memburuk, segera temui dokter hewan yang berpengalaman, biasanya mereka akan memberikan antibiotik baik melalui obat atau suntikan dan juga tambahan vitamin .Problem ganti kulit / Shedding problem (retained eyecaps , tail)Kelembaban adalah kunci untuk mencegah masalah ganti kulit pada ular. Dimulai waktu mata ular mulai kelabu, selalu dianjurkan untuk menyemprotkan air didalam kandang untuk menjaga kelembaban. Tempat air juga harus ada untuk tempat ular berendam menjelang ganti kulit itu.Beberapa ular kadang mengalami kesulitan sewaktu ganti kulit yang diakibatkan lingkungan yang kering atau bekas luka. Selalu memeriksa kulit lama yang harusnya dalam satu bentuk dan tidak terpecah pecah. Yakinkan kalau bagian mata dan ekor juga ikut mengelupas. Karena pengelupasan bagian ekor yang tidak sempurna bisa mengakibatkan kulit lama menumpuk dan membuat aliran darah ke bagian ekor tidak sempurna dan akhirnya harus diamputasi karena membusuk.Pada bagian mata, apabila tertinggal harus disingkirkan untuk mencegah infeksi yang mengakibatkan kebutaan pada ular. Untuk menyingkirkan kulit mata , basahi mata ular dengan air bersih lalu gunakan dobel tape, sentuh bagian mata supaya kulit lama menempel. apabila kulit di bagian mata masih juga menempel,segera jumpai dokter hewan yang berpengalaman.

10. Sariawan / Stomat*t*ts

Juga dikenal dengan sebutan mouth rot, ini adalah penyakit yang umum dijumpai pada ular peliharaan. Sewaktu bakteri memasuki mulut, bisa menyebabkan infeksi meliputi bagian mulut, gusi dan berpotensi juga menyerang bagian pencernaan ular. Tanda tanda ular terkena sariawn antara lain adanya pembengkakan , perubahan warna pada mulut dan gusi, mulut yang tidak bisa tertutup sempurna. Pencegahan bakteri bisa dilakukan dengan pembersihan yang teratur, air minum bersih dan menyingkirkan segala benda yang bisa mengakibatkan luka pada mulut ular. pisahkann ular yang terinfeksi dari yang lain, bersihkan mulut dengan kapas atau cotton bud dengan betadine yang dicairkan, yakinkan kalau ular tidak menelan cairan pembersih dengan mengarahkan kepala ular ke bagian bawah sewaktu melakukan pembersihan, lalu oleskan obat yang mengandung antibiotik, apabila keadaan tidak juga membaik selama seminggu, segera jumpai dokter hewan yang berpengalaman sesegera mungkin.

11. Dubur Keluar (rectal collapse/prolaps)

Dubur keluar terjadi ketika bagian terakhir dari usus - dubur - "muncul keluar" dari anus. Bahayanya ialah bahwa bagian tersebut dapat kering atau luka-luka ketika ular bergerak, membengkak dan mati, dan dapat mematikan jika tidak ditangani dengan cepat. Penyakit ini di Candoia tampaknya sangat langka, mungkin hanya terjadi pada ular tertentu. Prolapse di ular pada umumnya, bagaimanapun, tidak jarang, tetapi tidak cukup umum. Pada green tree boas hal ini sering terjadi. Ada beberapa kemungkinan alasan untuk sebuah prolaps: parasit, dehidrasi, stres, dan overfeeding / powerfeeding. Kebanyakan candoia mengalami kegemukan akibat overfeeding hal ini yang memicu terjadinya prolaps. Selain itu penyabab lain juga dehidrasi, meskipun mangkuk besar air dan mistings tiga kali seminggu. Prolaps jika tidak segera ditangani akan mengakibatkan prolaps tersebut mengering. Bahkan pada beberapa kasus dapat membentuk membran pelindung seperti kulit. Jika tidak tepat untuk memasukkan kembali prolaps ke dalam perut akan menimbulkan luka pada membran tipis tersebut. Kami berpikir untuk sementara bahwa hal itu tidak akan mungkin untuk masukkan kembali dan itu harus dipotong. Beberapa dokter hewan menggunakan thermometer untuk memasukkan kembali prolaps ke dalam perut ular. Untuk mengobatinya dapat dilakukan dengan melakukan pengurangan makanan. Jangan sekali memencet perut ular dengan alasan apapun. Berikan air hangat diperutnya agar ular merasa nyaman dan diharapkan prolaps akan masuk kembali ke dalam perut.Jika terjadi prolaps kita dapat segera memasukkan prolaps tersebut ke dalam perut ular. Dilakukan dengan jari saja cukup. Kalua jijik dapat menggunakan sarung tangan. Anda dapat menggunakan gula dan pasta air dan dioleskan pada prolaps, atau krim wasir untuk mencoba mengurangi pembengkakan untuk membantu dengan memasukkan ke dalam perut. Anda juga harus menjaga prolaps yang lembab dengan sedikit minyak mineral atau KY jelly.Dokter hewan mungkin dapat mendorong prolaps kembali dalam menggunakan jarinya atau termometer. Jika ia tidak bisa, tapi dubur masih sehat, ia mungkin menyarankan sayatan kecil untuk memperbesar anus, memberikan ruang yang cukup untuk mendorong prolaps kembali masuk Jika prolaps rektum rusak, mati atau kering.Dua jahitan, satu di kedua sisinya, bisa dianjurkan untuk memastikan penyembuhan yang tepat. Berikan ular dengan antibiotik oral. Jangan beri makan ular Anda selama 3 minggu. Anda harus memastikan ular telah membuang kotorannya. Sebaliknya, menyediakan mangkuk kecil air dan lembab dengan lumut sphagnum basah.Berikan antibiotik jika perlu, mengurangi makan untuk satu kali makan kecil (hanya cukup untuk menyebabkan benjolan kecil di perut) setiap 2-3 minggu; tingkatkan kelembaban, tempatkan di tempat yang tenang.

Oke gan saya kira itu aja yang bisa saya sampaikan, saya mohon maaf apabila ada kesalahan, dan apabila masih ada yang kurang silahkan menambahkan di kolom komentar.
Terima kasih :)
More aboutJenis penyakit pada ular

Jenis ular yang bisa dipelihara

Diposkan oleh Unknown on Tuesday, 26 August 2014

Halo bro apa kabar ?
Ingin coba pelihara ular ? 

atau mau pelihara ular tapi gak tau jenis ular apa yang cocok untuk dipelihara ?
mari kita temukan jawabannya dibawah ini : )

Kalian pasti sudah tidak asing lagi yang namanya ular, dan kebanyakan orang menganggap bahwa ular itu sangat liar dan mematikan, tapi hal itu tidak sepenuhnya benar karena kali ini saya akan membahas tentang jenis ular yang bisa dipelihara oleh kita sendiri.
bukan cuma dipelihara saja, bahkan ular ini juga bisa diajak foto bersama dan pastinya bukan ular berbisa.
oke bro langsung aja kita lihat ular apa saja yang bisa kita pelihara :


1. Corn Snake 


Corn Snake ini termasuk jenis ular yang lembut dan tidak rewel selain itu ular jenis ini sangat mudah jinak dan mudah beradaptasi dan juga cara merawat jenis ular ini sangat gampang alias tidak susah dan sangat cocok sekali jika di pelihara oleh pemula.


2. Ball Python


Ball Python adalah jenis ular yang tidak berbisa dan sangat aman untuk dipelihara oleh kita.
Ular ini sangat cocok untuk pemula karena sifatnya tidak galak dan cara bertahannya bukan menggigit tapi dengan cara menggulungkan badan nya hingga berbentuk seperti bola, Ball python ini memiliki sifat yang lembut atau kalem dan selalu ingin tahu.

3.Green tree python


Green tree python adalah ular cantik yang bisa dipelihara oleh kita, ular ini ditemukan di Indonesia, New Guinea dan bagian Australia.
Ular ini memiliki cara unik untuk tidur dengan cara menggulungkan badannya di sebuah ranting atau cabang pohon dan warna mereka juga beragam, ada yang warna kuning, merah, dan hijau.

oke bro, saya kira itu saja yang bisa saya sarankan untuk anda yang ingin mencoba memelihara ular, mohon maaf apabila ada kesalahan, dan apabila ada yang kurang silahkan menambahkan di kolom komentar.
Terima kasih :)

More aboutJenis ular yang bisa dipelihara

Penyebab Ular Tidak Mau makan

Diposkan oleh Anonymous on Friday, 22 August 2014






Ternyata memberi makan ular tidak selalu sederhana dengan meletakkan tikus dalam kandang kemudian menghilang, kadangkala ular akan menolak untuk makan, ada sedikit trik untuk membuat ular kembali makan, akan tetapi selalu ada alasan ular tidak makan.
Dibawah ini ada alasan menonjol dan jalan keluar dari masalah tersebut :

1. Vivarium/boks yang tidak cocok

Pada umumnya ketika ular mogok makan, hal pertama yang harus kamu sadari, khususnya ketika membeli kandang baru apakah sesuai dengan ular. Apakah terlalu lebar. Atau mungkin juga kandang terlalu kecil, tetapi ini jarang terjadi sebab ular lebih senang pada lingkungan yang sempit. Banyak hobiis senang penempatkan ular yang baru menetas pada vivarium 90 sampai 120cm, kemudian mereka terkejut setalah mengetahui tindakan semacam ini dapat menyebabkan kematian. Vivarium/boks harus semakin lebar seiring pertumbuhan ular. Untuk ular yang baru menetas gunakan tempat yang tidak lebih dari setengah panjang badan ular.

2. Panas yang tidak memadai

Semua ular harus mendapatkan suhu tinggi, artinya mereka dapat sisi kandang yang panas dan pindah ke sisi yang lain untuk mendinginkan badan kembali. Bila ular tetap dalam suhu panas, laju metabolism akan meningkat ular akan lebih sering makan. Apabila ular dalam kondisi dingin laju metabolism yang semakin lambat menyebabkan sistem pencernaan lebih pelan dari seharusnya. Hal ini dapat menyebabkan ular mengeluarkan kembali makanan yang sudah di telan.

3. Tidak ada tempat sembunyi

Ketika memelihara ular di boks, tempat bersembunyi tidak selalu harus tersedia, khusunya jika kamu menggunakan lapisan susbtrat yang dalam untuk ular dapat bersembunyi di dalamnya. Akan tetapi faktor utama dalam memelihara ular adalah rasa aman meskipun kamu menggunakan tempat ice cream atau tempat makan, ular harus memiliki tempat di mana dapat merasa aman.
Ukuran dari tempat bersembunyi juga penting, harus cukup untuk ular masuk, dengan ruangan yang kecil dibanding yang lainnya. Kamu juga dapat menambahkan tanaman atau ranting pohon. Beberapa ular merasa lebih aman saat berada di anatar dedaunan dan cabang.

4. Makanan yang tidak sesuai

Banyak cara memberikan makan pada ular. Pertama kali kamu harus mengetahui ukuran makanan yang dibutuhkan, yaitu ukurannya tidak boleh lebih besar dari pada belitan ular. Bila ular menolak, berikan yang lebih kecil. Di bawah ini penjelasan variasi makanan dan metode pemberian makan:
• Coba dengan tikus dari berbagi ukuran. Bila gagal gunakan anak ayam, burung, hamster atau hewan pengerat lain dengan ukuran yang sama
• Banyak hobiis percaya beberapa ular hanya memilih hewan pengerat dengan warna tertentu. Cobalah warna putih, coklat dan hitam atau warna lainnya yang dapat kamu temukan.
• Berikan bau kadal, kodok, ikan, ayam, minyak ikan atau tikus pada makanan. Bau- bauan tersebut dapat menstimulasi respon makan mereka.
• Coba menggunakan tikus mati yang segar, karena baunya lebih tajam dan masih hangat.
• Gunting ujung hidung tikus untuk mengeluarkan darahnya perlahan. Dapat pula menggunakan OTAK – caranya: gunakan alat yang runcing atau pisau tajam dan iris bagian atas kepala atas tikus hidup – hidup, dan EKSPOSE OTAKNYA. Untuk beberapa alasan BAU OTAK enak bagi ular.
• Jangan menyentuh makanan, biasanya bila tercium bau sang majikan ular tidak akan mengejarnya.
• Panaskan tikus, taruh pada mangkuk berisi air panas beberapa saat atau benamkan kepalanya pada air mendidih. Hati – hati jangan sampai terlalu lama, karena isi perut tikus menjadi mudah keluar.
• Mematikan makanan merupakan cara yang biasa dilakukan hobiis. Goyangkan makanan di depan mjka ular seolah – olah masih hidup.bila gagal, gerakan perlahan di depan mulut ular, terkdanag ular mengambil posisi menyerang dan ketika tikus sudah dalam posisi terjangkau ular akan melilit seperti biasa

5. Hasil tangkapan alam

Ular dari alam liar makan hampir segala jenis hewan seperti kodok, kadal, tikus, burung dan telur burung termasuk ular yang lebih kecil. Sehingga kamu harus dapat mneyesusikan dengan habitat aslinya.

6. Keadaan lainnya

Musim Kawin merupakan waktu untuk ular tidak makan. Jantan paling sering menolak makan karena mereka hanya memikirkan kawin dibanding apapun. Sedangkan betina jarang untuk berhenti makan, karena mereka memerlukan cadangan lemak untuk pertumbuhan telur. Akan tetapi ulatr betina akan berhenti makan ketika mengandung telur selama satu bulan atau lebih. Alasannya masih belum jelas, kemungkinan telur - telur tersebut sudah memenuhi ruang dalam perut sehingga makanan sulit untuk dicerna.

Stress merupakan pembunuh utama ular dan dapat terjadi karena berbagai sebab. Salah satunya terlalu banyak di pegang. Kebanyakan hobiis ketika membeli ular selalu ingin bermain dengannya. Hal tersebut wajar , tetapi ular membutuhkan waktunya meyendiri lebih dari siapapun. Sehingga disarankan untuk memegang ular tidak lebih dari 20 menit. Semakin bertambahnya usia ular semakin lama ular bias di pegang. Jadi ketika ular menolak makan berhenti memegang atau hanya menambah stress saja.


More aboutPenyebab Ular Tidak Mau makan

Python reticulatus

Diposkan oleh Anonymous on Tuesday, 19 August 2014




Artikel ini dibuat berdasarkan pengalaman pribadi dan beberapa sumber,, mohon jika masih ada kekurangan tolong ditambahkan, karena saya juga masih dalam tahap pembelajaran..

Ular ini memiliki nama latin Python Reticulatus, berhabitat di hutan hujan tropis di berbagai Negara di asia termasuk Indonesia. Jenis ular ini sangat digemari oleh para pecinta ular baik yang sudah pengalaman ataupun pemula. Alasan pemilihan ular jenis ini antara lain: warnanya yang exotic, tampilannya yang garang namun imut (menurut saya sih, hehehe), perawatan yang mudah, relative jinak (dalam hal ini saya tidak berani mengatakan ular jinak total), dan mempunyai daya tahan yang baik serta berumur panjang, bisa mencapai 20-30 tahun jika dipelihara dengan benar.

Disini saya mencoba untuk berbagi sedikit pengalaman dan informasi tentang cara-cara pemilihan ular python retic sabagai hewan peliharaan, dan hal-hal yang harus diperhatikan antara lain:

1. Tingkat rensponsif

Tingkat rensponsif ular sangatlah penting untuk diperhatikan. Hendaknya pilihlah ular yang relatif jinak tetapi masih memiliki insting liarnya. Insting liar disini diperlukan oleh ular untuk menangkap mangsanya karena kita pastinya akan memberikan makanan yang masih hidup semisal tikus putih yang hidup-hidup maupun prekilled. Tingkat responsif ini sangat berhubungan langsung dengan nafsu makan ular tersebut.

2. Kondisi mata dan mulut

Kondisi mata yang sehat terlihat jernih dan terang tanpa adanya cairan yang keluar dari mata (karena ular mempunyai selaput yang melindungi bola mata, sehingga jika selaputnya rusak, besar kemungkinan ular tersebut sakit atau mempunyai cacat). Kondisi mulut yang sehat tidak ditemukan luka-luka seperti sariawan pada gusinya, dan gusi yang normal berwarna pink, lihat juga kondisi lidah ular, ular yang sehat biasanya menjulurkan lidah.

3. Kulit dan kondisi tubuh

Ular yang sehat memiliki kulit yang lentur, kulit yang lentur mengindikasikan konsistensi (turgor) kulit yang baik dengan otot pada tubuh teraba penuh. Kulit yang bersih dan mengkilat juga dapat dijadikan ukuran sehatnya ular tersebut. Kulit ular yang tidak sehat cenderung kering, kulit melipat, sisik mengelupas, dan adanya benjolan-benjolan di bawah kulit. Pemeriksaan parasit pada kulit ular juga perlu dilakukan, biasanya parasit ditemukan di sela-sela sisik.

4. Pemilihan jenis kelamin (sexing)

Sexing ular dapat dilakukan dengan 3 cara, yaitu visual, poping, dan probing. Sexing visual dilakukan dengan melihat ukuran ekor. Ular jantan memiliki ekor yang relatif lebih panjang dengan pangkal ekor besar. Sedangkan betina memiliki ekor yang relatif lebih pendek dengan pangkal ekor yang lebih kurus. Ular jantan memiliki tubuh yang lebih ramping dibandingkan dengan betina. (dalam hal ini saya sendiri masih sulit untuk membedakannya)

Cara poping, dengan cara menekuk pangkal ekor dekat kloaka, disertai dengan penekanan kantung hemipenis dari arah ekor ke arah depan. Jika jantan akan terlihat hemipenisnya, jika betina tidak terlihat hemipenisnya. (hal ini sangat tidak di anjurkan mencoba tanta didanpingi orang yang lebih mengerti, karena bisa mengkibatkan patah pada tulang di atas kloaka, untuk contoh, poping bisa dilihat di youtube)

Cara probing, dilakukan dengan alat probe. Alat probe yang sudah dilumasi (kalo saya cukup minyak goreng, bukan yang bekas yah, hehehehe)  dimasukan ke dalam kloaka sejajar tubuh dari sisi kanamaupin kiri, milai dari arah ekor ke arah depan. Pada jantan alat probe masuk 10-12 baris sisik, sedangkan pada betina masuk 2-3 baris sisik.

5. Pemberian Makan

Dalam pemberian makanan, kuhusnya pada python reticulatus saya mulai memberikan prey (makananan) yang berukuran 2 kali lebih besar dari kepala ular, jika retic yang kita pelihara masih tergolong ukuran baby, cukup memberikan satu ekor mencit dewasa, hal ini juga berubah seiring dengan perkembangan retic yang kita pelihara, bisa rat, marmut, kelinci, ayam, dan kambing buat kita sate bersama hehehehe.. :)
biasakan pemberian makanan yang pre-killed.

6. Kandang

Kadang yang baik adalah yang luas dan bisa memberikan ular ruangan untuk bergerak. hal ini tidak dapat di ukur dengan pasti, karena seiring perkembangan ular, maka kita membutuhkan kandang yang cukup luas juga, dan terkadang mentok dengan kondisi keuangan,, (curhat dikit, hehehe)

7. Hidding cave dan Tempat minum

Saya menggunakan hiding cave ketika ular masih berukuran baby, hal ini hanya menghindari stres pada ular, biasanya saya menggunakkan hidding cave sampe retic tersebut berukuran 1,2m, tempat minum, kadang kita pernah 2,3 atau bahkan lebih memberihkan tumpahan air miunum dalam kandang,, biasanya hal ini saya akali dengan meletakkan tenpat minum yang ebih berat dan besar sehingga sulit di tumpahkan.

8. Suhu dan Pemanasan

suhu kandang yang baik menurut saya untuk retic berkisar 26-29 C. Sangat penting untuk mengetahui suhu di kandang, dan sebaiknya menggunakan termometer.

Ada beberapa cara untuk menghangatkan kandang: alas pemanas dari bawah kandang, pemanas keramik, lampu “berjemur” (lampu ditempatkan di suatu sudut sisi untuk berjemur). jika menggunakan lampu, sangat penting memperhatikan kelembaban kandang tersebut. salam hal ini saya biasanya menempatkan air yang cukup di tempat minum untuk menjaga kelembaban ruangan dalam kandang.


9. Alas

Saya sangat menyarankan untuk menggunakan koran, selain mudah diganti, harganya juga terjangankau, apalagi koran bekas,, hehehehee :)

10. Interaksi

Interaksi disini adalah saat kita ingin menghandle,, pertama yang harus di ingat adalah kondisi ular, kapan terakhir kali makan?, karena saya tidak menyarankan ular yang baru makan untuk dihandle dalam waktu yang lama, ini bisa mengakibatkan muntah poada ular tersebut, menurut saya, saat yang tepat untuk berinteraksi dengan ular ialah ketika ular sudah pup, (kalo saya sih tunggu pup hitam,, hehehehe)..
adapun durasi untuk menghandle ular,, (menurut pengalaman saya) tergantung dari besar ato kecilnya ular,, kalo baby saya palingan handle 23-30 menit (itu juga udah kelamaan, hehehe) namun semua tergantung ke pemilik masing masing..

maaf jika masih banyak kekurangan dalam artikel ini,, ini hanya berdasarkan pengalaman semata dan beberapa sumber.


More aboutPython reticulatus

Cara Menjinakan Ular Hasil Tangkapan Liar

Diposkan oleh Anonymous



Halo agan agan semua..
pada kesempatan kali ini saya akan berbagi tips untuk menjinakan ular yang masih liar.
dan perlu di ingat bahwa tips saya ini hanya untuk ular YANG TIDAK BERBISA (Non Venomous).

Ular wild caught atau tangkapan liar biasanya cenderung bersifat lebih defensif karena secara alami dan naluriah mereka akan mempertahankan dirinya dari predator atau makhluk lain yang dianggap merupakan ancaman bagi mereka, termasuk manusia.

Akan tetapi tidak mustahil kita bisa menjinakkan ular wild caught tersebut apabila kita ingin memeliharanya. Apabila kita ingin agar ular tersebut menjadi jinak, sebaiknya ular yang akan dipelihara adalah bukan ular dewasa. Ular dewasa akan sangat sulit dijinakkan karena naluri defensif sudah sangat kuat tertanam di benaknya. Akan semakin mudah untuk menjinakkan ular yang lebih muda, karena mereka akan belajar bahwa kita sebagai pemeliharanya tidak akan menyakiti mereka, tapi justru merawat mereka dengan penuh kasih sayang.

Ular yang baru saja ditangkap dari alam biasanya stress dan membutuhkan waktu beberapa lama untuk adaptasi dengan kandang atau lingkungan barunya. Masa-masa stress ini biasanya ditandai dengan ular tidak mau makan. Sebaiknya ular yang baru ditangkap jangan langsung dijinakkan. Beri mereka waktu untuk beradaptasi dengan kandang/lingkungan barunya. Sediakan kandang yang nyaman serta cukup air untuk minum atau tempat berendam, sediakan juga hidding place apabila diperlukan. Sebisa mungkin jangan dipegang-pegang dulu kecuali diperlukan (contoh: membersihkan kandang dan penjemuran). Dan coba berikan mereka makanan secara berkala (contoh: 5-7hari sekali).

Apabila ular sudah beradaptasi dengan kandangnya dan tidak stress lagi (ditandai dengan ular sudah rutin makan), barulah kita bisa memulai proses penjinakan. Tidak perlu tergesa-gesa dalam proses penjinakan karena ular tersebut malah justru bisa menjadi stress kembali. Lakukan sedikit demi sedikit dan teratur secara berkala, ular-pun akan belajar sedikit demi sedikit bahwa kita tidak akan menyakitinya, dan pada akhirnya nanti dapat menjadi tenang dan jinak dengan sendirinya secara berangsur-angsur.

Demikian beberapa tips yang dapat dicoba dalam proses penjinakan:
1. Pada tahap pertama ini, jangan terlalu lama dan sering meng-handle ular anda, karena dapat menyebabkan ular anda stress kembali. Handle pada saat pembersihan kandang saja. Rendam ular anda di tempat khusus untuk merendam dengan diisi air yang tidak terlalu tinggi/dalam untuk menghilangkan kotoran-kotoran yang menempel di kulitnya. Sementara itu anda dapat membersihkan kandangnya dan mengganti alasnya dengan yang baru.

2. Setelah kandang bersih, coba handle ular anda dengan menggunakan alat bantu berupa hook atau bisa juga dengan gloves/sarung tangan. Pilih sarung tangan yang tidak berbahan dari kain/benang wool karena dapat mengakibatkan gigi ular tersangkut pada kain atau rajutan benang wool misalnya ular wild caught anda menggigit. Sarung tangan berbahan kulit atau terpal akan lebih baik untuk digunakan.

3. Handle ular anda dengan mantap dan hati-hati. Ular yang masih sangat defensif akan diam saja dan hanya melilit tangan anda dengan kuat. Usahakan untuk membuat ular anda bergerak/berjalan dari satu tangan ke tangan anda yang lain. Jangan menyentuh dahulu bagian kepala dan leher ular karena itu dapat membuat mereka merasa terancam, dan kemudian memicu sifat defensifnya. Sebisa mungkin hindari/jauhkan kepala ular dari wajah anda. Lakukan sebentar saja, kira-kira 10-20menit, kemudian masukkan kembali ke kandangnya, dan beberapa hari kemudian berikan makan kepada ular anda seperti biasa.
Ulangi tahap 1 s/d 3 selama beberapa kali. Apabila ular anda tetap mau makan rutin, lanjutkan ke tahap berikutnya.

4. Tambahkan frekuensi handle ular anda menjadi 2 kali dalam seminggu. Anda dapat meng-handlenya 4 hari setelah ular makan dan pada saat pembersihan kandang. Tambahkan juga waktunya menjadi 20-30menit. Pada saat ini anda dapat mencoba menyentuh bagian leher dan mengusap2 kepalanya. Lakukan dengan perlahan agar ular tidak kaget dan sedikit demi sedikit mereka akan belajar bahwa anda tidak akan menyakitinya. Ulangi tahap ini selama beberapa kali.

5. Apabila ular sudah terlihat lebih kalem (biasanya ditandai dengan sudah jarang/tidak pernah mencoba menggigit lagi dan gerakan ular yang lentur serta tidak terasa kaku ketika berjalan di tangan anda), silakan mencoba untuk meng-handle ular anda tanpa menggunakan alat bantu lagi. Handle dengan ekstra hati-hati, usahakan untuk tidak membuat gerakan secara tiba-tiba agar ular anda tidak kaget. Ulangi tahap ini selama beberapa kali.

6. Apabila setelah tanpa menggunakan alat bantu-pun ular anda sudah jarang/tidak lagi mencoba menyerang, akan tetapi biasanya akan terlihat masih mudah kaget apabila ada gerakan dari sekelilingnya, anda tinggal perlu untuk menambahkan frekuensi handling menjadi 3-4 kali dalam seminggu. Lakukan semua tahap dengan kesabaran dan ketelatenan, mudah-mudahan ular anda akan segera menjadi sahabat yang sangat menyenangkan bagi anda.

Catatan: Masing-masing ular mempunyai karakter yang berbeda-beda meskipun dari jenis yang sama. Ini akan mempengaruhi cepat-lambatnya proses penjinakan, tergantung bagaimana karakter ular tersebut.

kalo ada kesalahan ya mohon maaf ya gan :)
Sumber : www.reptilx.com

More aboutCara Menjinakan Ular Hasil Tangkapan Liar